Mengapa Saya
Masuk Politik?
Saya masuk politik karena ingin lebih bermanfaat
lebih banyak lagi bagi orang banyak. Politik adalah perjuangan untuk menegakkan
kepentingan orang banyak, Politik merupakan pekerjaan yang sangat mulia, karena
memperjuangkan nasib orang banyak.” Inilah definisi politik yang saya yakini
sebagai khittah politik, dari tokoh yang mengerti politik secara teori dan
praktik, dari sosok yang telah melakukan kerja-kerja politik baik dari jalur
kultural (ormas dan masyarakat sipil independen) maupun jalur struktural
(partai politik, pemerintahan dan negara). Juga terinspirasi dari kaidah fiqih Islam,
yang nantinya populer di fiqih politik (fiqh siyasi) yang menyebutkan bahwa
tasharruful imam ala ra’iyyah manuthun bil mashlahah—segala tindakan dan
kebijakan oleh seorang pemimpin haruslah berdasarkan dan tunduk— “manut”—pada
kemaslahan dan kepentingan rakyat atau pihak yang dipimpinnya, yakni
ra’iyyah—dari sini pula istilah rakyat dipetik. Dari teori politik klasik
Yunani, Aristoteles juga mendefinisikan politik sebagai “usaha warga negara
untuk mewujudkan kebaikan bersama”.
Mengapa PPP
(Partai Persatuan Pembangunan)?
Saya menemukan jiwa saya di PPP Dalam istilah anak-anak
muda sekarang partai islam banget dalam beberapa tahun ini saya mengamati,
mempelajari dan mendekati, akhirnya saya menemukan visi dan misi perjuangan PPP
sesuai dengan apa yang saya perjuangkan selama ini: melawan intoleransi dan
melawan korupsi. Saya berasal dari komunitas yang berjuang menciptakan
kedamaian dan pernah merasakan pula bahaya dan dampak dari intoleransi ini. Bagi
saya, segala persoalan yang terkait dengan kebencian, kekerasan, permusuhan,
terorisme, radikalisme, diskriminasi, ekstrimisme, separatisme, hingga
peperangan berakar pada intoleransi. Sebabnya adalah tidak mau toleran dan
tidak mau menerima perbedaan. Intoleransi yang dibiarkan akan melahirkan
kebencian, kemudian permusuhan, yang rentan mematik kekerasan hingga
peperangan.
Demikian pula dengan masalah ketimpangan sosial dan
ekonomi. Rakyat yang tidak sejahtera dalam kemiskinan, birokrasi yang tidak
mengurus dan berpihak pada rakyat dan pemerintahan yang tidak bersih karena
penyebab utamanya adalah korupsi. Karena korupsi pula sebabkan kemiskinan,
kebodohan, ketimpangan sosial dan ekonomi secara struktural. Baik korupsi yang
terjadi dalam politik kebijakan dan anggaran. Politisi korup tidak hanya
mencuri duit rakyat tapi juga ia melakukan korupsi secara struktural, melakukan
korupsi kebijakan, sehingga kebijakannya hanya berpihak pada kepentingan mereka
saja, bukan pada rakyat. Intoleransi menghancurkan bangsa, sementara korupsi
menghancurkan negara. PPP mendefinisikan politik sebagai kebajikan.
“Memperjuangkan nasib orang banyak” adalah kebajikan. “Kebijakan yang tunduk
pada kemaslahatan orang banyak” adalah kebajikan. “Mewujudkan kebaikan bersama”
adalah kebajikan. Inilah politik sebagai kebajikan. Saya percaya PPP adalah kumpulan
politisi-politisi islam yang memperjuangkan prinsip keislaman sebagai
kebajikan.Maka politik menarik bagi saya selama terkait maslahat orang banyak.
Politik itu baik selama di tangan politisi bajik, tapi politik akan buruk kalau
jatuh dalam kekuasaan politisi busuk.
Mohon doa dan dukungan.
No comments:
Post a Comment